
*********
.... “Kami, Pak Jalal (JR), sangat sakit hati kalau keluarga kami dicela, apalagi dikatakan anak haram, dan dikafirkan. Tapi kami lebih sakit hati lagi kalau Sahabat Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dikatakan anak haram, tidak ditau orangtuanya, dikatakan kafir”, Ungkap Ustadz dengan nada sedikit tinggi.
Lanjut Ustadz, Kalau tulisan JR yang berdasarkan keterangan yang lemah tersebut diterima, berarti kita mendustakan al Quran dan Hadits yang Shahih yang sangat banyak memuji para Sahabat Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam...
Tanggapan:
Mereka mempunyai pola berfikir yg aneh. ..namun itulah warna akidah mereka…bela ’sahabat’ mati2an tanpa peduli kebenaran. Ketika kritikan terhadap ’sahabat’ dibuat berdasarkan dalil dari sumber mereka…mereka melemahkan atau menakwilnya (bila tidak mampu melemahkannya) namun ketika keluarga Nabi dibela, spt mempertahankan Abu Thalib dan ibubapa Nabi saaw dari kekafiran…dgn segera mereka berkata…’ini disebut oleh hadis’. Dan mereka mendakwa mencintai Ahlul Bait Nabi saaw? Pesan2 nonverbal mereka lebih dipercayai ketimbang pesan verbal. Dan mereka berasa sakit hati bila ’sahabat2′ ini digugat? Apa mereka tidak terfikir bahawa Nabi saaw lebih sakit hati apabila keluarga baginda saaw dikafirkan? atau dibunuh di KARBALA'?
Polemik selanjutnya:
http://ressay.wordpress.com/2009/03/02/seputar-kesalahan-jalaluddin-rakhmat-terbongkar-dalam-dialog-syiah-di-makassar/
Keluarlah dari lingkaran waktu. Dan masuklah kelingkaran cinta. (Jalaluddin Rumi)







