Thursday, March 5, 2009

Arbain: Sesungguhnya Umat Islam itu Bersaudara!





Peringatan Arbain 1430 H/2009M di Masjid At-Tin
http://www.treklens.com/gallery/Asia/Indonesia/photo164104.htm (Gambar Masjid At-Tin)

Ratusan bahkan mungkin ribuan masyarakat Islam memenuhi Masjid Agung At-Tin dalam peringatan Arbain (40 hari) Sayyidina Husain, Sabtu 21 Februari 2009. Masyarakat dari berbagai golongan dan kelompok, seperti Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, Ahlul Bait serta beberapa pemuda yang mengenakan jaket majelis taklim tertentu bersama-sama memperingati Haul Agung Sayyidina Husain, yang sebenarnya jatuh pada tanggal 20 Shafar lalu.

Kecintaan kita kepada Imam Husain mudah-mudahan membuat Rasul cinta kepada kita. Orang yang mencinta seseorang yang dicintai Nabi, maka dia akan dicintai Nabi SAW. Insya Allah di akhirat kita bersama Rasulullah di surga. Oleh karena itulah, Imam Syafi’i RA berkata, “Wahai keluarga Rasul, cinta kepadamu adalah wajib sebagaimana diwajibkan Allah dalam Al-Quran.”

Kita memperingati ini bukan hanya karena Imam Husain adalah cucu Nabi tapi karena Imam Husain selalu berada di garis Islam. Sebelum keluar perang, Imam Husain berkata, “Sesungguhnya aku bangkit bukan karena kesombongan atau melakukan kerusakan, tapi dalam rangka melakukan perbaikkan dalam umat kakekku, Rasulullah.” Ini artinya telah terjadi penyelewengan dalam ajaran Islam.

Selanjutnya:
http://azerila.wordpress.com/2009/02/21/arbain-1430-h-contoh-persatuan-umat-islam/
Prof. DR. M. Quraish Shihab- Pakar Tafsir:
"Siapa yang tidak mengagungkan Imam Husain maka diragukan keimanannya."

Kita tidak dapat menjangkau seluruh makna arba’în. Kita tidak tahu persis mengapa angka 40 hari itu yang dipilih; bukan 30, bukan 20, bukan juga 100. Tapi yang jelas angka 40 disebut di dalam Al-Quran sebanyak empat kali. Nabi Musa AS tadinya dijanjikan untuk “bertemu” dengan Allah, tapi kemudian Allah menyempurnakannya: …Maka sempurnalah waktu yang telah ditentukan Tuhannya empat puluh malam (QS. Al-A’râf [7] : 142). Seorang manusia oleh Al-Quran juga dinyatakan bahwa manusia mencapai kesempurnaannya. Hatta idzâ balagha asyuddahu wa balagha arba’în sannah (QS. Al-Ahqâf [46] : 15). Bani Israil pun yang dihukum Tuhan, disebutkan bahwa mereka dihukum Tuhan tersesat selama 40 tahun.

Hal kedua yang ingin saya garis bawahi adalah, Allah SWT memerintahkan kita untuk merenung. Berulang-ulang dalam Al-Quran, tidak kurang 200 kali, kata “merenung”, “mengingat” terulang di dalamnya. Banyak hal yang perlu direnungkan. Sejak dulu misalnya, Allah berpesan kepada Nabi Musa agar mengingatkan kaummya: Wa dzakkirhum bi ayyâmillâh. Ingatkanlah mereka kepada hari-hari Allah (QS. Ibrâhîm [14] : 5), maka kita dapat berkata, bahwa salah satu hari Allah adalah hari gugurnya Sayyidina Husain.

Seperti kita baca dalam Al-Quran: Barang siapa yang mengagungkan sya’âirillâh (syiar-syiar Allah) maka sesungguhnya itu adalah tanda ketakwaan dari hati (QS. Al-Hajj [22] : 32). Itu sebabnya kita merayakan maulid Nabi, itu sebabnya kita mengagungkan tokoh-tokoh. Itu sebabnya sebagaimana kita bergembira dengan kelahiran Nabi Muhammad....

Lihat selanjutnya:

http://azerila.wordpress.com/2009/02/17/makna-arbain-dan-kesyahidan-sayyidina-husain/

0 comments: