Thursday, March 5, 2009

Panas: Dialog Syiah Di Makassar!


Wow! ini baru bertemu buku dgn ruas. Begitulah manusia. Tidak terkecuali kita, akan sering menghadapi tohmahan yang sama hasil "Pycho-war" sejak berabad lamanya..... Ikutilah polemik ini dan kita akan dapat menguasai 'permainan' ini!

*********
.... “Kami, Pak Jalal (JR), sangat sakit hati kalau keluarga kami dicela, apalagi dikatakan anak haram, dan dikafirkan. Tapi kami lebih sakit hati lagi kalau Sahabat Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dikatakan anak haram, tidak ditau orangtuanya, dikatakan kafir”, Ungkap Ustadz dengan nada sedikit tinggi.

Lanjut Ustadz, Kalau tulisan JR yang berdasarkan keterangan yang lemah tersebut diterima, berarti kita mendustakan al Quran dan Hadits yang Shahih yang sangat banyak memuji para Sahabat Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam...

Tanggapan:
Mereka mempunyai pola berfikir yg aneh. ..namun itulah warna akidah mereka…bela ’sahabat’ mati2an tanpa peduli kebenaran. Ketika kritikan terhadap ’sahabat’ dibuat berdasarkan dalil dari sumber mereka…mereka melemahkan atau menakwilnya (bila tidak mampu melemahkannya) namun ketika keluarga Nabi dibela, spt mempertahankan Abu Thalib dan ibubapa Nabi saaw dari kekafiran…dgn segera mereka berkata…’ini disebut oleh hadis’. Dan mereka mendakwa mencintai Ahlul Bait Nabi saaw? Pesan2 nonverbal mereka lebih dipercayai ketimbang pesan verbal. Dan mereka berasa sakit hati bila ’sahabat2′ ini digugat? Apa mereka tidak terfikir bahawa Nabi saaw lebih sakit hati apabila keluarga baginda saaw dikafirkan? atau dibunuh di KARBALA'?

Polemik selanjutnya:

http://ressay.wordpress.com/2009/03/02/seputar-kesalahan-jalaluddin-rakhmat-terbongkar-dalam-dialog-syiah-di-makassar/
Mutiara Hikmah
Keluarlah dari lingkaran waktu. Dan masuklah kelingkaran cinta. (Jalaluddin Rumi)

Seminar Peranan Agama Dalam Dunia Kontemporari





Prof. Komaruddin Hidayat - Prof. Sayyid Yasser Khomeini - DR. Nasir Tamara

Prof. Sayyid Yasser Khomeini
Seluruh disiplin ilmu memiliki metodologinya masing-masing untuk memperoleh kajian dan pemahaman yang mendalam, tidak terkecuali agama. Kebanyakan orang mengartikan agama hanya sebagai sekumpulan perintah dan larangan, inilah yang menyempitkan makna agama sebagai ilmu fikih. Ada lagi yang memaknai agama dengan penggunaan akal atau rasional, inilah yang dimaksud dengan filsafat agama. Ada pula agama yang menggunakan metode irfan atau tasawuf untuk memahaminya...

Selanjutnya:
http://azerila.wordpress.com/2009/02/06/sedikit-catatan-dari-seminar-internasional-%e2%80%9creligion-in-contemporary-world%e2%80%9d/

Prof. Sayyid Yasser Khomeini

Merupakan kebahagiaan bagi saya berada di tengah-tengah bapak, ibu dan saudara sekalian, yang penuh dengan semangat dan kecintaan kepada Ahlul Bait. Salah satu kenikmatan dan karunia Allah kepada manusia adalah berwilayah dan kecintaan kepada Ahlul Bait. Dengan hal itulah, Insya Allah kita bisa meniru dan meneladani kehidupan mereka...

Karena itu Bani Umayyah mengubah taktiknya, dengan mengatakan, “Benar Ali lahir di Ka’bah, tapi dia bukan satu-satunya,” dibuat dalam sejarah sekitar 7 atau 8 nama lain yang juga lahir di Ka’bah. Mungkin Bani Umayyah memahami bahwa Ka’bah seperti sebuah klinik, yang ketika setiap orang ingin melahirkan lalu akan datang ke sana.

Selanjutnya:
http://azerila.wordpress.com/2009/02/06/peringatan-30-tahun-revolusi-islam/

Sumbangsih untuk Guruku!














Foto beliau ketika masih muda dan tanda tangannya
Meski dikenal sebagai orang yang humoris, namun peristiwa Asyura selalu membuat pipinya yang sudah keriput menjadi basah oleh air mata. Baginya, Asyura menggambarkan betapa kejamnya manusia terhadap manusia lain. Apalagi sebenarnya Husain tidak berbuat apa-apa, ia hanya tidak ingin berbaiat. Andaikata ia membaiat seorang pemimpin zalim (Yazid), berarti ia menyalahi risalah kakeknya, Rasulullah, dan mengakui tindakan zalim. “Sekarang ini kita harus hidup berbuat baik, dan mesti kritik bila ada penguasa berbuat zalim,” jelasnya.

Bahkan ironis dengan pensiunnya sekarang ini, sering ia kesulitan untuk membeli obat dan biaya rumah sakit. Pulang praktik dari Lampung, ia kembali ke Jakarta dengan uang yang hanya cukup untuk tiket. Meski begitu, uang pensiunannya yang hanya sekitar 620 ribu, setiap hari Senin, isterinya selalu menyediakan 10 kg beras untuk tukang sampah yang mempunyai anak banyak.

Setiap yang membaca karya beliau bisa disebut sebagai murid beliau, tidak terkecuali saya. Beberapa kali berbincang dengannya seperti berbicara dengan komputer dengan memory besar. Beliau hampir bisa menyebutkan setiap kisah dan sejarah dengan lengkap. Meski demikan, tema obrolannya tidak selalu tentang agama. Terakhir ke rumahnya, beliau menceritakan tentang sejarah kopi dan jenis-jenisnya. Genius!

Baca Selanjutnya:

http://azerila.wordpress.com/2009/01/25/o-hashem-berdakwah-di-tengah-kemiskinan/

p/s Kita semua menanti karya terakhir beliau tentang Aisyah RA...

Arbain: Sesungguhnya Umat Islam itu Bersaudara!





Peringatan Arbain 1430 H/2009M di Masjid At-Tin
http://www.treklens.com/gallery/Asia/Indonesia/photo164104.htm (Gambar Masjid At-Tin)

Ratusan bahkan mungkin ribuan masyarakat Islam memenuhi Masjid Agung At-Tin dalam peringatan Arbain (40 hari) Sayyidina Husain, Sabtu 21 Februari 2009. Masyarakat dari berbagai golongan dan kelompok, seperti Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, Ahlul Bait serta beberapa pemuda yang mengenakan jaket majelis taklim tertentu bersama-sama memperingati Haul Agung Sayyidina Husain, yang sebenarnya jatuh pada tanggal 20 Shafar lalu.

Kecintaan kita kepada Imam Husain mudah-mudahan membuat Rasul cinta kepada kita. Orang yang mencinta seseorang yang dicintai Nabi, maka dia akan dicintai Nabi SAW. Insya Allah di akhirat kita bersama Rasulullah di surga. Oleh karena itulah, Imam Syafi’i RA berkata, “Wahai keluarga Rasul, cinta kepadamu adalah wajib sebagaimana diwajibkan Allah dalam Al-Quran.”

Kita memperingati ini bukan hanya karena Imam Husain adalah cucu Nabi tapi karena Imam Husain selalu berada di garis Islam. Sebelum keluar perang, Imam Husain berkata, “Sesungguhnya aku bangkit bukan karena kesombongan atau melakukan kerusakan, tapi dalam rangka melakukan perbaikkan dalam umat kakekku, Rasulullah.” Ini artinya telah terjadi penyelewengan dalam ajaran Islam.

Selanjutnya:
http://azerila.wordpress.com/2009/02/21/arbain-1430-h-contoh-persatuan-umat-islam/
Prof. DR. M. Quraish Shihab- Pakar Tafsir:
"Siapa yang tidak mengagungkan Imam Husain maka diragukan keimanannya."

Kita tidak dapat menjangkau seluruh makna arba’în. Kita tidak tahu persis mengapa angka 40 hari itu yang dipilih; bukan 30, bukan 20, bukan juga 100. Tapi yang jelas angka 40 disebut di dalam Al-Quran sebanyak empat kali. Nabi Musa AS tadinya dijanjikan untuk “bertemu” dengan Allah, tapi kemudian Allah menyempurnakannya: …Maka sempurnalah waktu yang telah ditentukan Tuhannya empat puluh malam (QS. Al-A’râf [7] : 142). Seorang manusia oleh Al-Quran juga dinyatakan bahwa manusia mencapai kesempurnaannya. Hatta idzâ balagha asyuddahu wa balagha arba’în sannah (QS. Al-Ahqâf [46] : 15). Bani Israil pun yang dihukum Tuhan, disebutkan bahwa mereka dihukum Tuhan tersesat selama 40 tahun.

Hal kedua yang ingin saya garis bawahi adalah, Allah SWT memerintahkan kita untuk merenung. Berulang-ulang dalam Al-Quran, tidak kurang 200 kali, kata “merenung”, “mengingat” terulang di dalamnya. Banyak hal yang perlu direnungkan. Sejak dulu misalnya, Allah berpesan kepada Nabi Musa agar mengingatkan kaummya: Wa dzakkirhum bi ayyâmillâh. Ingatkanlah mereka kepada hari-hari Allah (QS. Ibrâhîm [14] : 5), maka kita dapat berkata, bahwa salah satu hari Allah adalah hari gugurnya Sayyidina Husain.

Seperti kita baca dalam Al-Quran: Barang siapa yang mengagungkan sya’âirillâh (syiar-syiar Allah) maka sesungguhnya itu adalah tanda ketakwaan dari hati (QS. Al-Hajj [22] : 32). Itu sebabnya kita merayakan maulid Nabi, itu sebabnya kita mengagungkan tokoh-tokoh. Itu sebabnya sebagaimana kita bergembira dengan kelahiran Nabi Muhammad....

Lihat selanjutnya:

http://azerila.wordpress.com/2009/02/17/makna-arbain-dan-kesyahidan-sayyidina-husain/

Ahl Bait

Oh.. Maula junjunganku
mungkinkah kugapai
derajat debu dan pasir
yang di atasnya
tapakmu kau ukir
Atau bebatuan
yang diatasnya
kau meloncat.
Atau bambu-bambu titian
yang diatasnya
kau melintas
Oh.. Maula junjunganku
maafkanlah aku
kalau harapan itu
kalau mohonan itu
tak bijak dan terlalu lancang
untuk si sahaya-durjana ini
Akhirnya bagiku...

kukan puas dan lega bernafas
kalau aku tak jadi DURI dalam jalanmu
Oleh: Hassan Abu Ammar

Tuesday, January 20, 2009

Derita al-Husain


Sahabat kenanglah derita berat
Yang kini menyesakkan ruang batinmu
Meremuk redam hancurkan mimpi
Meniti asa yang tak pasti

Keluh terdengar rintihan semakin menjadi
Seolah diri berat diuji
Menelan kelam peluh tak berperi
Lupa akan nikmat Ilahi

Kenanglah…Al Husain…
Derita sebagai tanda cinta
Ya Husain…Ya Husain…
Mengenangmu bangkitkan asa
Bahwa hidup adalah cinta suci
Kau persembahkan untuk Ilahi

Gemuruh dada menghentak gelisah mengisi
Kehilangan kawan sejati
Cintamu padam hatimu sunyi
Hilang semua harga diri

Sahabat masihkah batinmu meronta sepi
Setelah Al-Husain kau tangisi
Wajahmu muram merenung diri
Adakah cinta yang kau beri?

Kenanglah…Al Husain…
Derita sebagai tanda cinta
Ya Husain…Ya Husain…
Mengenangmu bangkitkan asa
Bahwa hidup adalah cinta suci
Kau persembahkan untuk Ilahi

Lirik oleh: Miftah Fauzi Rakhmat
Musik oleh: Muhammad Ghifar

Download Lagu KLIK DISINI
Sumber: Bloggers- Ressay