Thursday, August 28, 2008

Ulama dan Intelektual

Almarhum Muhammad Natsir pernah mengeluarkan ungkapan "mengulamakkan intelektual dan mengintelektualkan ulamak" sebagai agenda umat untuk menamatkan belahan antara ulamak dan intelektual.

Mungkan agenda ini boleh mengendurkan perbenturan dan merapatkan jurang ilmu dan keintelektualan antara dua kumpulan. Ulamak yang sudah menjadi seorang intelektual, mereka yang telah meneliti Michel Foucault, Jurgen Habermas, Richard Rorty dan Jacques Derrida sudah pasti akan lebih mantap dan bersedia untuk menghadapai segala serangan intelektual. Dan intelektual yang melabur masa untuk meneliti tafsir, mentelaah karya-karya al-Ashaari, Ibn Sina, al-Ghazali, Ibn Rushd, Ibn Arabi, Suhrawardi dan Mulla Sadra sudah tentu akan lebih persuasif dari mereka yang berpuas hati sekadar menyelongkar pemikiran pasca modern, deconstruction, pemikiran pasca kolonial, semiotik dan sebagainya.

0 comments: